Beranda
Budaya Tolaki

Ensiklopedia budaya

Kenali adat, makanan, pakaian, dan nilai budaya Tolaki.

Pilih topik budaya untuk membaca cerita sejarah, makna, atribut, dan catatan penting di dalamnya.

Materi awal

8

Adat Istiadat, Makanan Tradisional dan Lainnya

Adat IstiadatPernikahan Adat TolakiGambaran awal tentang prosesi pernikahan adat Tolaki, nilai keluarga, busana, dan makna musyawarah dalam penyatuan dua keluarga.Cerita sejarahBaju adatMakna budayaBaca detail
Makanan TradisionalMakanan Tradisional SinonggiPengenalan sinonggi sebagai makanan tradisional yang dekat dengan kehidupan masyarakat Tolaki dan sering hadir dalam suasana kebersamaan.Cerita sejarahCara penyajianMakna kebersamaanBaca detail
Nilai BudayaKalosaraKalosara dikenal sebagai simbol adat yang memuat nilai perdamaian, persatuan, penghormatan, dan penyelesaian masalah secara bermartabat.Cerita singkatFungsi sosialMaknaBaca detail
Adat IstiadatUpacara Adat MoseheMosehe adalah ritual tolak bala dan penyucian negeri dalam suku Tolaki di Sulawesi TenggaraUpacara MoseheSejarahProsesiBaca detail
Adat IstiadatUpacara adat MesosambakaiMesosambakai adalah salah satu upacara adat dalam kehidupan masyarakat Tolaki yang berkaitan dengan kelahiran seorang anak, terutama anak pertama dalam sebuah keluarga. Secara praktik, Mesosambakai ditandai dengan kegiatan memandikan bayi secara adat dengan menggunakan perlengkapan tertentu serta pembacaan doa atau mantra oleh orang yang dianggap memiliki pengetahuan tentang ritual tersebut. Dalam inventarisasi sastra lisan Tolaki, Mesosambakai bahkan dijelaskan sebagai kegiatan memandikan bayi laki-laki maupun perempuan, dan doa yang digunakan dalam proses tersebut disebut mantra Mesosambakai. Mesosambakai tidak sekadar dipahami sebagai kegiatan membersihkan tubuh bayi. Dalam pandangan budaya masyarakat Tolaki, ritual ini merupakan penanda peralihan seorang anak ke dalam kehidupan sosial dan keluarga, sekaligus ungkapan harapan orang tua agar anak tumbuh sehat, kuat, memiliki kehidupan yang baik, dan berguna bagi keluarga serta masyarakat. Dalam klasifikasi ritual Tolaki, Mesosambakai termasuk upacara yang bersifat perpisahan sekaligus peralihan, bersama beberapa ritual kehidupan lainnya seperti mepokui dan upacara sunatan.Cerita sejarahTujuan PelaksanaanProses upacaraBaca detail
Foto belum tersedia
Adat IstiadatUpacara adat MepokuiMepokui adalah upacara adat masyarakat Tolaki berupa pemotongan rambut bayi yang dilaksanakan setelah bayi mencapai usia tertentu, umumnya 40 hari atau lebih. Mepokui merupakan salah satu ritual penting dalam rangkaian kehidupan seorang anak pada masa bayi. Dalam klasifikasi ritual masyarakat Tolaki, Mepokui termasuk upacara yang bersifat perpisahan sekaligus peralihan, karena melalui ritual ini bayi mengalami perubahan dari suatu tahap kehidupan menuju tahap berikutnya. Mepokui bukan sekadar kegiatan mencukur rambut bayi. Di dalamnya terdapat doa, pembacaan Barasandi/Bersanji, keterlibatan keluarga besar, penyediaan makanan adat, serta simbol-simbol tertentu yang menggambarkan harapan keluarga terhadap kehidupan anak. Mantra dan doa memang mempunyai tempat dalam berbagai ritual Tolaki, termasuk ritual potong rambut. Badan Bahasa mencatat bahwa mantra digunakan dalam ritual Tolaki seperti Mesosambakai dan Mepokui sebagai ungkapan harapan dan kekuatan bagi keberhasilan ikhtiar manusia.Cerita sejarahTujuan UpacaraProsesi adatBaca detail
Foto belum tersedia
Adat IstiadatUpacara adat MewiloMewilo adalah upacara adat masyarakat Tolaki yang berkaitan dengan sunatan atau khitanan, terutama sebagai tanda bahwa seorang anak mulai memasuki tahap kehidupan yang lebih dewasa. Dalam siklus kehidupan masyarakat Tolaki, Mewilo tidak hanya dipandang sebagai tindakan terhadap tubuh, tetapi juga sebagai ritus peralihan yang mengubah kedudukan seorang anak dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Secara sederhana, jika Mesosambakai menandai kelahiran, Mepokui menandai tahap bayi melalui pemotongan rambut, maka Mewilo menandai salah satu tahapan penting menuju kedewasaan.Cerita sejarahSiapa yang menjalani Mewilo ?Tahapan prosesi MewiloBaca detail
Adat IstiadatUpacara adat MateahaMateaha merupakan rangkaian adat yang berkaitan dengan peristiwa kematian seseorang dalam masyarakat Tolaki. Kematian dipandang bukan hanya sebagai peristiwa biologis, tetapi juga sebagai peristiwa sosial yang menyangkut keluarga, kerabat, dan masyarakat. Karena itu, ketika seseorang meninggal, keluarga tidak hanya melakukan pengurusan jenazah, tetapi juga menjalankan berbagai bentuk penghormatan, penghantaran, doa, dan penyelesaian hubungan sosial antara orang yang meninggal dengan keluarga yang ditinggalkan. Dalam konteks masyarakat Tolaki yang mayoritas beragama Islam, pelaksanaan Mateaha juga memperlihatkan pertemuan antara adat Tolaki dan ajaran Islam, terutama dalam hal pengurusan jenazah, doa, pemakaman, dan kegiatan setelah kematian.Cerita sejarahTujuan upacaraProsesi adatBaca detail